Mengapa harus ke SMA

Setiap akhir tahun ajaran para orang tua disibukkan oleh urusan persekolahan anak-anak mereka. Urusan yang lebih besar terjadi bila menghadapi masalah peralihan jenjang dari SD ke SLTP dan seterusnya ke SLTA, karena sesungguhnya ada sebuah keputusan yang harus dibuat menyangkut masa depan anak. Namun bagi umumnya orang tua, yang penting adalah bagaimana si anak dapat melanjutkan sekolah, kalau bisa ya pada sekolah negeri yang bagus. Belum terlintas pada pikiran orang tua tentang karir dan masa depan anak-anak.

Fenomena yang menarik pada artikel ini adalah peralihan dari jenjang khususnya dari SLTP ke SLTA yang sudah mulai erat kaitannya dengan karir masa depan anak. Jenjang SLTP yang dalam sistem pendidikan nasional berbentuk SMP dan M.Ts. Dalam memilih lebih banyak merupakan oleh pilihan orang tua dari pada pilihan anak. Kenyataan yang terlihat dimana-mana adalah anak-anak mereka ramai-ramai masuk ke SMA tanpa tahu mengapa harus masuk SMA. Sangat sedikit jumlahnya yang melanjutkan studi ke Sekolah Kejuruan (SMK). Perbandingannya cukup fantastis. Secara nasional, menurut data di Depdiknas, prosentase peminat SMK kecil dari 5%. Hanya ada di empat provinsi (DKI, Jawa Barat, Jateng, Jatim) peminat lulusan SLTP melanjutkan ke SMK di atas 10%. Selebihnya sangat mengharukan, karena di sebagian besar daerah, peminat masuk SMK di bawah 2%.

http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2007/10/18/artikel-mengapa-harus-ke-sma/

Penulis : sma plus tarate ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Mengapa harus ke SMA ini dipublish oleh sma plus tarate pada hari Rabu, 04 April 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Mengapa harus ke SMA
 

0 comments:

Posting Komentar